Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2014

The Nostalgic Legend, N70

Tulisan kali ini disponsori oleh : koneksi internet yang lumayan, iseng-iseng bongkar backup handphone legenda Nokia N70, nemu nostalgia bertahun-tahun lalu, dan kangen banget keluarga.
Lumayan deh kameranya untuk ukuran 2 mega piksel, apalagi kalau dibandingin sama merk lain dengan ukuran yang sama, hehe. Hobi pake nokia sampe sekarang ya salah satunya karena dia dibarengi kamera yang bagus. Anywhy, intinya .....

Be friend

Kadang hanya mendengar cerita, dan ingin sekali mendekat  Kadang memilih, dan dengan cepat memutuskan menjauh Tapi tak jarang hati ini menelisik, kemudian tampak setitik kebaikan Mungkin untuk diterima atau bisa saja dibagikan Maka berteman pula dalam batas, yang hanya dipahami sudut kecil ini  Juga Dia yang selalu mengetahui


Craving for Motivation

Paragraf ini dibuat ketika sinyal B*O*L*T udah lancar di kosan, yes yes ngirit alhamdulillah :D Atau bisa jadi lebih boros ? Hehe.
Ngomong-ngomong boros, ada hal yang nggak kalah boros, namanya waktu. Layaknya pedang, dia bisa menolongmu jika kau gunakan dengan baik, tapi bisa membunuhmu jika kau lalai. Liat sekarang berapa balok yang numpang di kedua pundak ? Ada 2x4 om, tante... (atau 4x2 ya) hehe. Itu balok memang bukan balok beneran, tapi anehnya rasanya memang sungguh lumayan berat. Even imaging how much obstacles that we have to go through, is pretty creepy...
Dan...... Sekarang ini yang terpikir-tidak terpikir yaitu topik skripsi. Oh my to the GOD. Apa, mengapa, bagaimana. Yang paling penting itu "kapan". Nanti, nanti, atau nanti ? Sometimes later becomes never. Catet.
Tiba tiba tiba tiba, memori otak ini flashback, yang kalau diinget sebenernya merasa bersalah juga. Dulu jaman 2012, ketika lebih sering makan tidur jalan daripada belajar dan berorganisasi, jaman seri…

Belajar jadi "ibu"

Pengen corat-coret dan akhirnya menerbitkan lagi blog ini setelah dilakukan sedikit "pembersihan" hehe. Lama nggak nulis di sini, banyak sekali hal yang terjadi, banyak perubahan, contohnya si bungsu yang sekarang sudah besar. Kebetulan saya sedang idle di rumah, menunggu masa-masa mahasiswa tingkat akhir, oh nooo oh yes. Dan kebetulan lainnya adalah pulang kampung kali ini tanpa ketemu orang tua karena mereka sedang melaksanakan rukun islam yang ke-5 insya Allah. 
Terhitung sejak tanggal 1 Oktober, saya "ngancani" adek di rumah. Sungguh memang beralasan kuat ungkapan baginda rasul "ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, lalu ayahmu". Hidup mandiri di ibukota sudah terbukti bisa dilalui dan raga ini sudah terbiasa. Tapi beberapa hari melakukan tugas-tugas yang biasa dikerjakan mama membuat saya menimbang kembali. Mama how did you do all of this tiring things everyday ? 

Time flies, people change, i am growing

Menghela nafas. Setiap liter O2 yang memenuhi kapasitas paru-paru tidak datang begitu saja. Semua ada yang mengontrol, semua ada yang mengatur, hingga otot dan syaraf menjadi demikian sinkron, bahkan nafasmu jadi dzikirmu, tidak menunggu perintah, bahkan saat raga terlelap. Sampai pada helaan kesekian, nafas-nafas baru kemudian dirasakan. Agak berbeda memang, aroma kebaikan, wangi taman abadi. Menyingkap tulisan yang lalu, membuat diri ini layaknya menghadap cermin. Raga bertindak tapi jiwa tak mampu mengelak. Kesalahan, kehilafan, kealpaan semoga tidak terlampau luas untuk dimaafkan. Bukankah waktu terus berjalan dan tidak mampu diulang ? Tapi ia masih memberi ruang untuk setitik perubahan. Masih ingat apa arti nama yang ayah berikan ? Jadi, biarkan mereka yang disebut masalalu memang hanya menjadi bagian hidup yang sudah lalu. Patut disesali tapi tak perlu dibenci. Tak hanya bersyukur kepada perubahan, terus memupuk pertumbuhan. Semangat, Nis.