Aku dan Aku

September 04, 2012


Peace, Love 'n Respect..
Kalo awalnya udah seperti itu, pasti isinya nggak jauh-jauh dari GIGI, hehe. Udah lumayan telat sih yang mau saya post kali ini. Nggak masalah kan ya, lebih baik telat dari pada nggak telat tidak sama sekali. Jadi, waktu bulan Ramadhan kemaren, mereka merilis album religi yang ke.... emmm.. (lupa). Judulnya "Aku dan Aku". Secara resmi dirilis tanggal 31 Juli di sebuah gedung di Jakarta bersama anak-anak dari Yayasan Rumah Yatim. GIGI emang bekerja sama dengan yayasan tersebut, mereka mengalokasikan sekian persen hasil penjualan album ke Rumah Yatim. Makanya di MV Cintailah Mereka juga nyeritain anak yatim..

Kebetulan kemaren dapet kesempatan nonton konferensi pers nya, plus aksi panggung bawain beberapa lagu. 





Waktu dateng ke sana gabung sama wartawan-wartawan gituuu, nyimak ucapan demi ucapan soal album terbaru GIGI, tapi kebanyakan malah mlongo ngeliat 4 bapak-bapak ini, sampe nggak inget apa yang mereka omongin, huehehe.


Karena di sana isinya kamera guwede guwedeee, jadi harus nyempil-nyempil, dan resiko ketubruk-tubruk, ujung-unjungnya berdiri ngumpet di belakang bapak samoth. Merhatiin punggungnya, qiqiqiqi. Ngeliatin outfit-nya dari ujung rambut sampe ujung kaki. Dan mata sempet berhenti waktu nyampe bokongnya. Hueheh. Soalnya ada tools yang buat mic gitu dinamain "SAMOTH", biar nggak ketuker kali ya, lucu :P

Ada satu obrolan yang lucu. Kurang lebih kayak gini.

Wartawan : "berapa sih keuntungan yang didapat dengan bekerja sama dengan Rumah Yatim"
Samoth     : "yang jelas nggak cuma untung dunia, tapi juga akherat. kalo masalah duit, bapak ini yang lebih      tau (nunjuk pihak rumah yatim kayaknya), tapi kalo keuntungan akherat nya belum tau soalnya saya belum calling Allah"

Ngeeeeeeeeeek, Pak Haji ini ancen...


Selesai pers nya, abis itu langsung menuju ke panggung, kalo nggak salah bawain 5 lagu. Nonton bareng anak-anak yatim, nyanyi nyanyi dari kursi penonton bareng mereka juga, rasanyaaaa something sekali :) Sempet terharu pas lagu cintailah mereka. Dan ini kali pertama saya nonton perform Aku & Aku (single terbarunya) secara live. Lebih menarik sih daripada dengerin sepotong-sepotong di tipi. Karena single ini juga jadi OST. PPT 6, tapi cuma di bagian closing nya doang, nggak tau deh kenapa. Malahan yang jadi OST utama itu lagu Lailatul Qadar, itu lagu dari jaman kapaaan.

source:google
Daaan, acarapun selesai, kerasanya bentaaaar banget. Biasa nonton yang outdoor puluhan lagu, sampe dengkul lemes, eh ini cuma 5 lagu, di dalem gedung pula. Tapi cucok sih berhubung lagi puasa dan belum shalat Ashar juga. Akhirnya shalat di masjid deket situ. Pas udah selesai, eeeeh ternyata yang jadi imam itu adalah si drummer, bang Hendy, aaaaaaaaaaak! Heol~ Ramah banget si abang :)


Album Aku & Aku ini ada dua lagu baru, "Aku dan Aku", "Mutiara Yang Hilang", dan  lima lagu lama "Cintailah Mereka", "Pemimpin Dari Sorga", "Restu Cintamu", "Amnesia", "KaruniaMu".

Payahnya saya belum megang albumnya sampe sekarang, kekekekeke. Kita kasih MV, lirik, sama behind the scene nya aja ya :P

GIGI- Aku dan Aku

Mengapa ku selalu mengatur
Mengatur yang telah teratur
Apakah ku merasa hina
Jika Dia telah mengaturnya
Hanya aku dan hanya aku

Selalu saja ku merasa yang benar
Selalu saja ku menentukan semua
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Haruskah selalu ku yang terdengar
Haruskah selalu ku yang terlihat
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Jika saja ku memaksakan
Yang terjadi hanya angkara
Hanya aku dan hanya aku

Selalu saja ku merasa yang benar
Selalu saja ku menentukan semua
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Haruskah selalu ku yang terdengar
Haruskah selalu ku yang terlihat
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Selalu saja ku merasa yang benar
Selalu saja ku menentukan semua
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Haruskah selalu ku yang terdengar
Haruskah selalu ku yang terlihat
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Selalu saja ku merasa yang benar
Selalu saja ku menentukan semua
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia

Haruskah selalu ku yang terdengar
Haruskah selalu ku yang terlihat
Tak pernah merasa Dia menentukan
Hanyalah Dia, hanyalah Dia


Yang bikin beda di sini itu adalaaaah, rambut. Rambut mereka garang bangets di sini~ Dan lagi-lagi mereka nggak pake jubah-jubah meskipun ini lagu religi, mereka malah pake kostum dan dandanan yang berani. Tapi di mata saya, mereka ini tetep religius ala mereka masing-masing :) Dan toleransi mereka sangat besar, soal agama sekalipun. Budjana yang berkeyakinan Hindhu tetep mau mengubah beberapa lagu-lagu religi Islam, dan tetep mau ikut tour ngabuburit jauh-jauh, naik bus pula. Dan ketiga personel lainnya yang Islam pun, nggak keberatan dengan kehadiran Budjana. "yaiyalah, nyari gitaris kaya elu, susah kali, Budj!" celetuk Armand :P






You Might Also Like

2 komentar

  1. Nice blog :)
    salam kenal sobat :)
    di tunggu kunjungan balik.nya ya !terimakasih ...

    BalasHapus
  2. Nice blog :)
    salam kenal sobat :)
    di tunggu kunjungan balik.nya ya !terimakasih ...

    BalasHapus

I N S T A G R A M

Comments

Followers