Thanks

Februari 28, 2012

Hari ini, dengan pikiran yang random, hati gundah gulana, jiwa melayang mengembara, saya putuskan untuk pulang ke kota kelahiran.

Bapak, mama, adek, kangeeeeen!
Akhirnya bisa ngeliat kalian lagi, bisa denger suara kalian lagi. Suara bapak tetap bersahaja, suara mama tetap menenangkan jiwa (layaknya di telfon yang hampir setiap hari saya terima), dan suara adek sudah sedikit berubah agaknya, jadi lebih berat, yiaaa you're on the way to be a man dek! hehe.
Jujur sekarang ini boleh dibilang roda kehidupan saya tengah berada di bagian bawah. Saya tengah mencoba menggoweeees dengan sisa-sisa tenaga yang saya punya sekarang. Saya pikir mereka akan meragukan saya, saya kira mereka akan menyalahkan saya. Ternyata salah, mereka tetap ada. Mereka tetap melontarkan kata-kata penuh pengayoman, menyemangati, membesarkan hati saya yang tengah keciiiiiil sekali saat ini. 

Merekalah orang tua saya, penyebab saya lahir ke dunia. Merekalah yang selalu ada bahkan ketika saya berada di titik terendah, ketika mungkin orang lain memandang sebelah mata. Ketika orang lain melihat saya biasa-biasa saja, tapi orang tua selalu melihat "the fake smile i made". Ketika saya tidak mengeluarkan sepatah katapun, mereka memulai pembicaraan dengan hal yang sebenarnya sedang saya fikirkan. Mereka tau, mereka merasakan. Thanks God for giving me the two of  your angels.  


You Might Also Like

0 komentar

I N S T A F E E D

Comments

Followers