Armand Maulana beserta tumpakannya

November 27, 2011

Hi blogeeeeers.. Di saat-saat menjelang UTS ini, saya pengen ngepost, eh ngopas ding :P
Lagi-lagi "males dan sibuk" jadi kambing hitam untuk nggak rajin nulis & curhat kayak dulu lagi. 


And the core part is...... There is an article yang menarik perhatian saya, dan saya kira tidak berdosa kalau saya share di sini, khususnya buat para GIGIkit@ dan otomotif loveeeeeers. Mengenai Armand yang udah lama "pacaran" sama BMW.. Check this out beyb :*


BMW 320I "E90" Unjuk "Gigi" Dengan E-Ninety


JAKARTA - Perkenalannya dengan sedan Eropa diawali 10 tahun lalu. Pada waktu itu, sang istri yang sedang hamil meminta agar mobil diganti yang bersuspensi nyaman. 

Tak ayal Mitsubishi Lancer SEi (CK4) yang masih gres ditukar BMW 318i E46. “Sampai sekarang, keterusan pakai sedan Eropa,” ujar Armand Maulana, ayah dari Naja Dewi Maulana yang kini berumur 10 tahun.

Perjalanan vokalis band Gigi dalam memelihara sedan Eropa ternyata cukup panjang, hingga kini membesut BMW 320i E90 keluaran 2005. “Dari E46, sempat ke Mercy C-Class, BMW seri 5 sampai akhirnya memilih E90,” kenang Armand. 

Bukan tanpa alasan, pria berdarah Sunda ini memilih E90 sebagai kuda saat beraktifitas di Jakarta. “Untuk ukuran sedan, bodinya kekar dan enak didandani,” ujarnya dalam logat Sunda yang kental.

Maklum, tak seperti teman-teman seprofesi lainnya, Armand memang doyan ngoprek. Jadi teringat Holden Special 1961 merah fully customized bermesin Chrysler miliknya di zaman baheula. “Wah, kalau itu sih bukan mobil, tetapi barang antik,” kelakar suami Dewi Gita ini.


Balik ke soal modifikasi, Armand tak ingin mobilnya tampil standar bak mobil kantor. Di tangannya, mobil harus tampil energik sesuai ciri khasnya saat manggung. Sohib kentalnya pun ditelpon untuk dimintai masukan seputar dandanan mobil Eropa.

“Jangan sampai salah gaul, nanti bisa diketawain anak-anak OTOMOTIF,” bisiknya. Eddy Handoko Kurniawan dari rumah modifikasi Inspire yang spesialis bodykit, diajak rembukan.

Setelah pilih model yang sesuai, akhirnya disepakati untuk membuat replika Wald  Black Bison untuk besutan Armand. “Kalau dari depan memang terlihat sangar karena lubang besar di bawah gril dipadu dua pasang fog lamp model projector,” ungkap pelantun lagu Jomblo ini.

Termasuk sideskirt beraksen sama makin menambah garang. Buritan mobil tak kalah mencorong dengan desain unik yang banyak menerapkan lubang bak diffuser. Pada bagian tengah bumper belakang yang bolong-bolong tadi, nampak penyanggah diffuser yang menyerupai tanduk Bison. Tongkrongan sekonyong-konyong berubah. Tetapi baru sebatas ini saja, Armand mengobrak-ngabrik mobilnya.

Pelek Mirip M-Series
Setelah melihat pelek dan ban, Armand langsung lemas karena pelek dan ban tak bisa lagi pakai diameter tanggung. Pilihan pelek jatuh ke produk Taiwan yang desainnya mirip dengan BBS 291M untuk BMW E90 M-series.

Bedanya ada pada kombinasi warna silver hitam, tak seperti asli M3 yang berkelir silver semua dan diameter juga naik 1 inci dari pelek M3-series menjadi ring 19. Ban dipakai merek Accelera Phi 265/30-19. Kolong sepatbor langsung terlihat 'penuh'.



Sekalian suspensi juga dibenahi dengan mengganti per keong standar pabrik memakai produk Eibach yang membuat mobil drop sekitar 35 mm. "Jangan terlalu ceper, nanti enggak bisa masuk rumah," kelakarnya.

Menu utama rombakan eksterior dan kaki-kaki sudah kelar. Tinggal merapikan detil seperti lampu belakang LED versi smoked lens, knalpot stainless steel Wald dengan 4 buah tip dan lampu utama HID model projector lamp yang sudah dilengkapi angel eyes.

Atap mobil yang sejatinya berwarna sama dengan panel bodi lainnya, sekaligus digarap Arman dengan menempelkan stiker oracal untuk efek panoramic roof. “Sudah mirip atap kaca, euy!” senangnya saat stiker baru saja terpasang.  (mobil.otomotifnet.com)


You Might Also Like

0 komentar

I N S T A G R A M

Comments

Followers