Hold On

Oktober 04, 2011

Hello kawan semua, lama banget rasa-rasanya nggak posting blog, jemari ini lama tidak bergoyang..


Sebenernya banyak kejadian-kejadian yang ingin saya ceritakan di sini, tentang Jakarta, tentang rangkaian ospek di kampus yang tak kunjung selesai, tentang pelatihan di Rindam Jaya bareng TNI, tentang outbound di hutan, tentang GIGI yang ngeksis di luar negeri, tentang CNBLUE yang sebentar lagi konser di Indonesia, tentang RAIN yang menangis di konser terakhirnya sebelum wamil. Buanyaaaaaak deh, bingung mau mulai kapan dan dari mana.

Yang jelas bukan sekarang, karena setelah pulang dari diklat mental dan kedisiplinan selama 6 hari kemarin, Magradika yang harusnya hanya 3 hari, jadi diperpanjang. Dan tugasnya itu minta ampuuuuuun. Kalau disuruh memilih antara dilatih sama TNI atau ngerjain tugas magradika jelas saya pilih diklat. Lebih baik hidup di barak, jarang mandi, guling-guling di tanah dan lumpur, kegiatan jasmani di bawah terik matahari di siang bolong, naik turun tebing, meluncur dari ketinggian puluhan meter, makan porsi tentara dalam waktu singkat dan harus habis.

Itu semua lebih mendingan daripada ngerjain tugas magradika yang selalu ada setiap harinya. Tugas pribadi, tugas kelompok, tugas makan siang yang aneh-aneh. Yang bisa membuat kami para maba-miba cuma tidur 1-2 jam sehari. Ditambah kegiatan magradika itu sendiri dimulai dari jam 6 sampai jam 6 lagi, dan jangan harap bisa tidur di sela-sela kegiatan. Karena ada Tibum yang bersuara keras, bernada tinggi, yang selalu mengawasi dan mengevaluasi setiap polah tingkah kami. Yang tidak segan-segan membentak, menghukum posisi duduk (dalam keadaan berdiri) selama 5 menit, 10 menit. Ngantuk pun dilarang keras di sini, bagi yang melanggar bersiaplah mengenakan kalung hukuman, dan mendapatkan pengurangan poin di buku agenda. Apabila poin mencapai kurang dari 40 dari poin sebelumnya yaitu 100, maka bersiaplah untuk menerima kenyataan tidak lulus Magradika dan harus mengulang tahun depan. Bukan hanya ngantuk, tapi pegal-pegal juga saya rasakan (tapi sekarang sudah jadi hal biasa) dalam sehari kami para miba harus naik turun tangga 5 lantai sebanyak 2x bolak-balik untuk shalat. Saat stadium generale di kantor BPS pun kami naik turun tangga 10 lantai. Dan di sela-sela perjalanan harus menyapa kakak tingkat / panitia pendamping yang kami temui (dengan kondisi yang terengah-engah, sekedar menyapa sambil tersenyum bukanlah hal mudah).

Karenanya, saya harus menahan hasrat posting-posting yang saya sebutkan di awal untuk beberapa hari atau beberapa minggu lagi, sampai semua benar-benar terlewati.


Sekian :)

You Might Also Like

0 komentar

I N S T A F E E D

Comments

Followers