Arguments

Influenced

Agustus 27, 2011

Membuka folder-folder lama di komputer. Saya menemukan sebuah folder yang isinya adalah back-up data-data saya di ponsel beberapa tahun yang lalu. Mungkin 1-2 tahun. Ternyata isinya didominasi oleh lagu-lagu dari grup-grup metal. Hahaha. Mungkin karena saat kelas 2 SMA, saya berada dalam posisi paling aman. Sudah cukup menyesuaikan diri dengan sekolah, sudah punya adik kelas, dan belum memikirkan ujian nasional seperti saat kelas 3. Kuping saya haus akan bunyi-bunyian yang meledak-ledak. Kalau sekarang lebih condong ke melow melow galau. Hehehe. Di dalam playlist itu di antaranya ada Paramore, 30 Seconds to Mars, Good Charlotte, Incubus, BLG, Simple Plan, dkk. Entah saya dapat referensi dari mana. Tapi kalau 30 Seconds to Mars dan Incubus, ada ceritanya dan akan saya ceritakan di sini. Ada yang bilang "kamu akan menyukai apa yang disukai oleh orang yang kamu sukai", halah, gimana ya pokoknya gitu lah. 

30 Seconds to Mars
Kelas 2 SMA boleh dibilang puncak kegemaran saya terhadap bassis GIGI, Thomas Ramdhan. Di salah satu wallpaper dan foto yang saya temukan, ada bapak samoth sedang menyandang bass sambil mengenakan kaos 30 Seconds to Mars.

Arguments

Keputusan dengan segala konsekuensinya

Agustus 24, 2011

Bulan Agustus jadi bulan yang paling produktif untuk saya, tiada hari tanpa posting blog (read : nggak ada kerjaan) kekekekek. Sebenernya masih punya tanggungan mempersiapkan “magradika” dengan segala tetek bengeknya. Apa itu magradika ? Siapa dia ? Apakah tampan ? Sedikit keterangan, magradika punya kepanjangan “masa integrasi pendidikan kampus”. Denger namanya aja saya males. Jadi lebih baik kalo saya memanfaatkan waktu yang ada untuk sering-sering posting blog, untuk beberapa bulan kedepan mungkin akan jarang. Karena ini acara padet banget, dan bakalan lama (konsekuensi 1).

Saya pikir kalo bikin catetan agenda di notebook jadi bikin semangat, tapi tetep aja muales rek. Ada tugas makalah juga yang sampe sekarang tak kunjung kelar. Padahal udah sebulan sejak perintah itu diturunkan. Selain bikin makalah masih harus nyiap-nyiapin peralatan untuk magradika yang lumayan (konsekuensi 2).


C.N.Blue

YongHwa message ringtone

Agustus 23, 2011

Annyeong Haseyo !! MySpace MySpace

Barusan "ngublek-ngublek" YouTube nih, eh nemu yang lucu-lucu. Ada ringtone buat SMS, tapi suaranya asli suara Jung Yong Hwa CN BLUE. Kaya gini nih bunyinya ~
Lucuuuu, dan saya udah pake buat nada SMS MySpacewalopun nggak ngerti dia ngomong apa, wkakakaka. Mau juga ? Ini saya kasih link downloadnya :
Grab and use ! Hehehehe. Gomawoyo.
Bye MySpace

Curhat Session

Something's wrong with the car

Agustus 21, 2011

Hello guys.. Malem ini gua hendak cerita (halah). 

Okay, ceritanya, kemaren sore (hari Sabtu) saya dan keluarga melaksanakan kegiatan rutin yaitu nengok embah. Sebisa mungkin kami selalu meluangkan waktu untuk nengok mereka di saat weekend. Rumah mbah ini terletak di sebuah desa yang jauhnya sekitar 40km dari kota kabupaten, namanya Kawunganten. 

Seperti biasa, nyiapin bekel-bekel buat buka, baju-baju, dll, berangkat. Di tengah jalan, si adek kepengen es buah buat buka. Kita mampir sekalian mompa gerobak kesayangan. Tiba-tiba mama ngomongin STNK yang ternyata bapak lupa nggak bawa. Padahal bulan ramadhan ini lagi ada program "operasi ketupat", macem tilangan gitu lah intinya. Yaudah puterbalik, eh pas mau muter ternyata jalanan rame banget dan bapak nggak sabar, nekat jadinya nggak bawa STNK :P

Gancet part 1
Alhamdulillah perjalanan lancar, lewat hutan, jalan yang alusnya minta ampun, lurusnya nggak ketulungan. Tapi sesuatu terjadi setelah hampir sampe di kota kecamatan. "Loh, loh, dene gase abot, waduh ora gelem mlaku iki", celetuk bapak. Memang saat itu nggajet-nggajet nggak nggenah, saya juga heran. Sampai akhirnya itu mobil tua bener-bener nggak bisa digas. Dan bau kebakar juga. Untungnya berhenti di depan bengkel. Bapak minta bantuan ke montir yang ada di bengkel itu. Kebetulan juga deket sama rumah temen kecil saya pas dulu belom pindah rumah. Mama ngajak mampir ke sana. Saya ngikut.

GIGI

The last 10 nights of Ramadhan

Agustus 19, 2011

Malam ini, AC masjid kompleks terasa semakin dingin karena jumlah shaf jamaah shalat Isya & Tarawih semakin berkurang. Malam ini, rasa malas telah mencoba menghantui hasrat ibadah sunnah saya. Padahal malam ini, memasuki 10 malam terakhir di bulan ramadhan. Dan di antara 10 malam terakhir inilah malam Lailatul Qadar berada.

Sebuah lagu & lirik oleh GIGI
Lailatul Qadar
(Album : Raihlah Kemenangan, 2004)

Lirik

Margasatwa tak berbunyi
Gunung menahan nafasnya
Angin pun berhenti
Pohon-pohon tunduk
Dalam gelap malam
Pada bulan suci
Qur'an turun ke bumi
Qur'an turun ke bumi

Inilah malam seribu bulan
Ketika cahaya sorga menerangi bumi
Ketika cahaya sorga menyinari bumi
Inilah malam seribu bulan
Ketika Tuhan menyeka airmata kita
Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita


Curhat Session

Dua Vokal Tiga Konsonan, the next chapter

Agustus 19, 2011

Malam ini saya berada pada mood saya untuk melanjutkan sebuah postingan terdahulu “dua vokal tiga konsonan”. (paragraf ini saya tulis beberapa minggu yang lalu)

(tarik nafas panjaaaaaaaaaaang)
Saya telah berpikir ribuan kali untuk membuat postingan ini. Saya telah menimbang imbasnya. Bagaimana kalau makhluk yang saya elu-elukan di sini, membacanya. Bagaimana jika orang lain memberitahukan padanya tentang apa yang saya tuliskan ini.

Keputusannya, saya tidak takut. Ini hanya soal perasaan. Kalaupun dia telah membaca, tidak ada alasan untuk saya menjadi malu. Karena perasaan bocah SD ini kala itu benar-benar suci. Tidak bisa dicampur-adukkan dengan logika. Tidak boleh disalahkan, tidak pula dipermasalahkan, karena sedikitpun tidak terbersit niat untuk memadu "hal" yang layaknya orang dewasa lakukan, ia hanya mencoba menghindar... Secara halus. Tuhan telah menganugerahi manusia suatu kelebihan ini. Saya bersyukur bisa menyukai banyak hal, jantung berdegup kencang ketika bertemu dengan hal-hal itu, termasuk yang satu ini.

(mulaaaaaaaaai)
Kalau tidak salah, terakhir saya menyebutkan tentang punggungnya yang semakin menjauh, perasaan saya yang penuh sesal, dan keinginan saya untuk menjadi anak baik.

Setelah malam itu, kami hampir selalu bersama. Dia menunggui saya keluar kelas untuk sekedar mencolek pipi. Dia menunggui saya masuk kelas untuk menyelipkan lipatan kertas di genggaman saya, kertas berisi kata-kata yang sengaja dibuat indah, bisa jadi itu lirik lagu. Dia diam-diam masuk ke kelas saya untuk menaruh gantungan kunci di tas saya. Saya yang tidak tau dari mana datangnya benda itu, memasangnya di resleting tas. Dan dua vokal tiga konsonan tampak gembira meledek saya. Saat itu barulah saya tau kalau gantungan itu miliknya, dan seketika langsung saya lepas. Saya merasa aneh, dan malu. Saat dia menunggu saya di garasi sepeda, saya jadi menghindar. Saat dia mencoba mendekat, saya jadi nyelimur. Entah kenapa saya jadi sedemikian malunya. Saya tidak terbiasa diperlakukan seperti itu. Terlebih-lebih, seluruh isi sekolah tau hubungan kita (padahal nggak ada apa-apa). Bahkan anak-anak SMP sebelah yang tidak lain adalah teman-temannya turut meledek saya. Oh, ini to pacarnya si (biiiiiiiip). “Apa sih ?” saya cuma bisa mengatakan itu. Risih, malu.

Tapi di luar malu-malu itu, saya sadar ada perasaan senang. Suatu sore di musim hujan, entah bagaimana ceritanya, kami “nyeser ikan di got bersama”. Saat pulang sekolah pelajaran tata boga, kami bermain-main dengan wajan dan lain-lain, di tengah hujan dan banjirnya jalan menuju rumah. Saat para orang tua sibuk bekerja, kami main ke rumah teman dan “semprot-semprotan” air kran, sampai teman saya mendapatkan omelan dari orang tuanya, karena rumah mereka mendadak banjir. Kami juga bermain ular tangga, yang kalah akan mendapatkan colekan bedak di wajah, dan tentunya saya yang paling banyak colekan.  Saat bermain ramai-ramai teman-teman iseng mengunci saya dan anak itu di kamar. Bagaimana bisa ? Saya yang malu-malu dan memalukan ini. Saat saya ingin pulang, maka dia mencegah dengan “mencengkeram” tangan saya kuat-kuat (padahal saat itu saya kuruuuuuuuus sekali). Sampai tarik-tarikan, terjatuh, lecet, hal yang biasa.

Apa ini ? Seingat saya, dulu saya telah menggelengkan kepala. Tapi kenapa dia jadi seperti ini. Saya ingin menjauh, tapi tidak bisa dipungkiri, kalau saya juga merasakan kesenangan. Sampai pada akhirnya dia menyerahkan sepotong surat. Sepertinya ini yang dinamakan surat cinta. Sebelumnya saya juga pernah menerima hal seperti ini di bangku kelas 3 & 4, konyoooool. Dan saat itu kalau tidak salah saya sudah kelas 6. Berarti sudah setahun  semenjak saya menggelengkan kepala. Saya telah tau banyak tentang dua vokal tiga konsonan. Dan dia menanyakan hal “itu” lagi di suratnya. Tapi tidak saya tanggapi, saya tidak memberi balasan apapun.

Kaupun tlah merasakannya
Kaupun tlah mengakuinya
Terima saja terimaaaa
Apa sih yang kau tunggu
Apa sih yang kau mau
Langsung saja
Cepat katakan Ya
(GIGI-Ya Ya Ya)

Tapi masih saja dia seperti itu, kenapa anak ini begitu gigih. Bahkan saya tidak menarik sama sekali. Kurus, kecil, item, rambut merah, keriting, acak-acakan. Kenapa tetap datang ke rumah, berbuat gaduh di depan rumah, sampai-sampai bapak terganggu dan mematikan lampu teras. Kenapa tetap mengerjai saya saat ulang tahun. Kenapa tetap menonton saya di acara 17an. Kenapa tetap minta foto saya, walaupun sudah pernah ketahuan oleh ibunya saat mencuci jaketnya. Kenapa datang di pagi buta hanya untuk mengucapkan “dadah” saat saya akan ke luar kota. Kenapa tetap menyanyikan lagu-lagu aneh dengan gitar dan suara serak basah.  Sampai saat pelajaran bebas, guru menyuruh kami berduet di depan kelas menyanyikan lagu “antara ada dan tiada”. Argh guru itu. Ini semakin sulit untuk saya yang berusia jalan 10 tahun. Saya tidak ingin ada hubungan apa-apa. Tapi saya tetap ingin ada dia di sekitar saya.

Seandainya ku tak menerima pernyataan cintamu kepadaku
Kaulah yang memahami kaulah yang menghargai arti sebagai seorang kekasih
….
Ku minta teruskan teruskan
Perhatianmu teruskan teruskan
Apa yang tlah kau lakukan selama ini
Memenuhi sgala yang kuinginkan
Kuminta teruskan teruskan
Perbuatanmu teruskan teruskan
Semua rasa dan syarafku turut merestui
Kuminta padamu teruskan
(GIGI-Restu Cinta)
Biarlah seperti ini.

(waktu berlalu)
Kami masuk di SMP yang sama. Sepertinya keinginan saya untuk menjauh telah terkabul. Tapi ketakutan saya juga terjadi. Dia benar-benar tidak ada di sekitar saya walaupun kita satu sekolah. Parahnya, dia mendekati teman sebangku saya. Saya hanya mengintip dari celah pintu kelas. Ternyata dia hanya mendekatinya saja. Tapi setelah itu dia juga dekat dengan anak-anak lain. Dan saya harus melihatnya mesra-mesraan dengan anak dari kelas sebelah yang tidak saya kenal. Ketika kami tidak sengaja bertemu, dia hanya mengucap “ceweek!” dengan nada playboy. Jeduuuuuaaaaaar. Siapa ini ? Kenapa dia jadi begini.

Hanya saja ku tak mengerti
Permainan roman cintamu
Yang dulu indah tak bertepi
Menjadi puing-puing kepalsuan
Yang menghancurkan batinku
Keraguan atasmu
(GIGI-Semua Orang Berhak Bahagia)

Inikah akhirnya ? Mungkin dia capek. Mungkin telah lelah menghadapi saya yang malu-malu dan memalukan. Saya mencoba mengerti. Karena itu, dulu saya heran kenapa dia tetap berada di samping saya meskipun saya tidak memberikan tanggapan apa-apa terhadap pernyataannya. Sekarang saya paham. Ternyata dia tidak mencoba bertahan. Doa saya, semoga tingkahnya yang telah berubah menjadi lebih agresif terhadap yang lain itu bukan karena perlakuan saya. Semoga karena memang dia telah menjadi remaja puber. Semogaaaa.

Satu peristiwa yang “jleeeeb”. Saat lebaran dan seluruh penghuni sekolah bermaaf-maafan. Murid-murid berbaris, berjalan di tengah panasnya lapangan basket. Dan ketika saya berdiri di depannya, saya mengulurkan tangan kanan. Tebak apa yang dia katakan. “ora usah lah”. Yang dalam bahasa indonesianya “nggak usah lah”. What the heaveeeeen ! Apa saya baru saja mengalami penolakan ? Saya rasa begitu. Apakah dia mencoba membalas perbuatan saya. Ketahuilah, kau telah berhasil. Selamat.

 Pernahkah kalian membaca atau mendengar perkataan “kau baru menyadari apa yang kau miliki, setelah kau kehilangannya”. Sejak saat itu, saya mendukung perkataan tadi. Sejak saat itu, saya lebih sering memperhatikan tembok belakang SD lantai 2, yang menghadap ke sekolah saya sekarang. Di sana ada tulisan yang telah samar “(biiiiiiiip) love nisa”. Saya lebih sering memperhatikan tulisan serupa di tembok lain yang selalu saya lewati setiap pulang sekolah. Entah siapa yang menulisnya. Saya lebih sering membawa kalung berliontin bunga yang masih saya simpan lengkap dengan wadahnya, sampai akhirnya terjatuh entah di mana. (read : ilang)

Kembalikan rasa cintamu padaku
Kembalikan padaku, ku memohon tak lebih hanya itu
Kembalikan rasa sayangmu padaku
Hanya rasa cintamu tersimpan di puing hatiku
(GIGI-Romansa Yang Hilang)

Seiring berjalannya waktu, kami telah menjadi siswa tahun kedua di SMP. Dia sibuk dengan masalah “wanitanya” dan segala gosipnya. Saya mengisi sebagian kecil waktu dengan seleksi olimpiade. Ngenes. Mendengar cerita-cerita dari mulut teman-teman. Melihat sendiri tingkah lakunya dengan kekasihnya.

Sebilah pedang tajam di tangan
Menusuk jantung kekasihmu
Andaikan aku mampu lakukan
Pasti ku ada di hatimu
….
Di detak jantungku namamu slalu ada
Mengisi di ruang-ruang kosong hatiku
Andai aku bisa membuang dan menghapus
Takkan ada lagi namamu
Oh tuhan tolonglah matikan cintaku
(GIGI-Matikan Cintaku)

Jadi benar dugaan saya, apa-apa yang saya rasa itu adalah……. Sayang saya baru punya keberanian untuk meyakininya setelah anak bodoh itu menjauh.

Malam
Apakah ini benar
Semua yang kurasa
Sungguh suci


Melayang
Melambung
Berjalan di langit mu


Terhanyut
Menyesakkan
Jadi inikah (rasa) cinta
(GIGI-Selamat datang asmara)

(waktu berada pada kecepatan maksimumnya)
Tiba-tiba kami lulus, tiba-tiba kami sudah jadi “putih abu-abuers”. Setau saya, inilah saat yang wajar dan pas untuk mengenal cinta, kekekekeke. Sebenernya nggak ada ya dalam Islam. Tapi inilah yang terjadi di kalangan kita. Tapi tidak dengan saya. Sampai pernah saat saya merasa sangat kacau dan banyak beban yang menimpa punggung, saya berfikir “coba punya pacar, pasti bla bla bla”. Mungkin beberapa kali pernah merasakan kagum kepada teman-teman lelaki, tapi feel nya tetep beda. Bukan sama seperti yang pernah dirasa waktu dulu. Apakah saya yang berlebihan sehingga tidak bisa melupakan kejadian-kejadian bersama dua vokal tiga konsonan. Atau mungkin memory saya yang sedikit terganggu. Tapi ketahuilah, itu benar-benar berkesan buat saya. Sekuat apa saya mencoba melupakan, tapi tetap tidak menghilangkan apapun. Berbanding terbalik dengan matematika, sekuat apa saya mencoba mengingat, maka (zzZZZ)..

Kita beda sekolah, dan hampir nggak pernah ketemu. Pernah beberapa kali, saya main ke sekolahnya, nonton dia manggung bersama band-nya. Tapi ya nggak tegur sapa sama sekali. Pernah juga (eh sering) liat dia goncengan sama cewek-cewek yang setau saya bukan berasal dari sekolah  yang termasuk dalam golongan “baik” di mata masyarakat. Saya hanya berfikir, kok seleranya jadi kayak gitu. Bukan bermaksud merendahkan sekolah lain, tapi image yang terbentuk adalah seperti itu memang, apa mau dikata. Setidaknya berpacaranlah dengan gadis-gadis yang baik, cerdas, cantik dan menarik, maka saya tidak akan prihatin, kekekeke.

 (waktu tidak hanya berjalan, tetapi berlari)
Tau-tau udah lulus SMA aja. Singkat cerita, saya telah mendapatkan sebuah sekolah dengan penuh perjuangan penuh peluh serta air mata, halah. Mengisi kegiatan dengan OL feisbuk & twideeeer. Dua vokal tiga konsonan sering muncul di chat feisbuk. Kita ngobrol tanpa topic, bercandaan gitu deh. Dia komen setatus saya, saya komen setatusnya. Sampai pernah kita ngobrol soal sekolah, dia tanya di mana saya ngelanjut. Saya jawab, lalu tanya balik. Tapi lagi-lagi saya dihujani keprihatinan karena dilihat dari jawabannya, dia nggak punya semangat sama sekali, nglokro. Dia gagal beberapa kali (sebenernya nggak sebanyak kegagalan yang saya alami). Tapi dia juga nggak mau mencoba lagi. Ingin sekali memberi dorongan, tapi siapa saya ini. Rasa simpati saya justru semakin berkurang kalau dia seperti ini. Saya akan senang kalau dia sukses dan punya pacar yang nyaris sempurna & bisa bikin saya iri. Tapi kenapa keadaannya malah jadi begitu. Heuheuheu.

Lalu saya menggali kembali hati dan ingatan. Memaknai setiap kejadian di masa lalu sampai masa sekarang. Sampai pada akhirnya saya menemukan suatu pemikiran dan keyakinan. Bahwa saya hanyalah menyukai “dua vokal tiga konsonan kecil”. Dan bukan menyukai dia yang dewasa. Saya hanya tidak bisa menghapus ingatan-ingatan baik tentang dia di masa lalu. Dua vokal tiga konsonan kecil selalu punya tempat yang baik di mata saya. Terimakasih untuknya karena telah menggoreskan tinta pelangi di kanvas kehidupan saya yang telah lalu.

Getaran dirimu hangat terasa
Kaubawa secercah sinar abadi
Dan kuterbuai dalam langkahmu
Ooh dan janjimu
Kan tetapi kini kau semakin menjauh


Kau selalu terbayang (oh nirwana)
Di dalam cintaku (yang telah berlalu)
Kau selalu berharap (berharap)
Di dalam cintaku (kembali)
(GIGI-Nirwana)


Sekian, maaf kalo terlalu drama ya, mungkin efek nonton drama korea :P
Gomawoyo..

C.N.Blue

CNBLUE's songs + lyrics

Agustus 18, 2011

Just wanna share, apa-apa saja yang akhir-akhir ini sering sekali saya perdengarkan dalam rangka sedang gandrung kepada CN to the BLUE. Ini lagu-lagu, serta liriknya. Bisa karokean di sini kalo mau, tinggal klik play aja ya di kotak playernya (kalo ada suara yang mengganggu, please go to the sidebar and then klik tombol pause lalu tombol next pada widget my playlist utk mempercepat proses buffering ). Enjoy this \m/


  • CNBLUE - Love Light
(ini lagu asik banget, ternyata mereka bisa ngejazz, jack !)
klik to play !





Arguments

I finally found it

Agustus 15, 2011

Tulisan saya kali ini akan mengarah kepada sebuah grup band, tenang, bukan GIGI kok, hehe. Akhir-akhir ini referensi lagu saya agak sedikit bergeser. Playlist "paling sering diputar" yang biasanya diduduki oleh Owl City, Good Charlotte, Justin Bieber, Taylor Swift (standar anak-anak muda 2011) sekarang berubah jadi judul-judul soundtrack drama korea. Sepertinya ini adalah efek nggak sekolah dan nggak kuliah selama beberapa bulan terakhir. Kegiatan cuma daftar-daftar sekolah, nunggu pengumuman, dan sisanya nggak jelas untuk apa. Makanya saya manfaatkan untuk nonton K-Drama, ada yang hasil sewaan, nonton channel online di internet, beli di lapak-lapak CD bajakan. Nah, yang terakhir ini memang termasuk tindak kejahatan, tapi buat saya ini nggak masalah karena nggak merugikan Indonesia, huahahaha. Toh, karya-karya yang saya download/bajak kan karya artis yang udah terkenal di hampir seluruh belahan bumi. Mereka udah bergelimang duit dan popularitas. Tapi kalo mau download karyanya artis Indonesia, agak mikir dulu, ehehehehehe.

Nah, beberapa waktu terakhir, saya nonton K-Drama yang judulnya "heartstrings". Genre nya festival, karena memang di dalamnya banyak adegan-adegan nyanyi, pertunjukan musik, drama, pokoknya yang gitu-gitu lah. Pemeran utamanya adalah Jung Yong Hwa dan Park Shin Hye, keduanya pernah bermain di "he's beautiful", tapi saya nggak terlalu ngikutin drama ini jadi kurang paham sama pemainnya. Maklum, dulu kan jaman-jaman kelas 3 SMA yang mau UN, tiap hari les ini itu, jadi jarang banget nonton tivi, heuheu. Ceritanya, si  Yonghwa ini adalah mahasiswa musik modern sedangkan Shinhye mahasisiwi musik tradisional. Keduanya punya grup yang mereka pimpin. Yonghwa punya band yang namanya "the stupid" Shinhye punya grup tradisional "wind flower". Nah, di "the stupid" ini ada bocah yang lucuuu banget mukanya, unyuuuu, rakus, hobinya makan dan ngerampas makanan orang, temen-temen yang ngasih makan semua dipanggil "hyung & eonni" yang artinya "kakak". Kalo dia ngomong, ekspresinya imut kaya anak SD. Tapi begitu naik panggung, wueees, berubah total. Garang banget nggebuk drumnya. Cool \m/

Arguments

Jazz, the other side of GIGI

Agustus 14, 2011

Cek cek, ehm ehm.

Pada postingan yang kesekian kalinya, saya masih membahas GIGI. Huahahahaha *ngguyu setan*. Mulai dari mana yaa.. *menghela nafas* 

Okay, liat dari album-album, single-single, karya GIGI tergolong ke genre apa ? Saya juga nggak bisa mengkategorikan genre mereka, karena GIGI mengusung banyak jenis musik di setiap lagunya. Alat-alat musik pun macem-macem. Dari gitar yang ngeraaaawks, bass disko, ukulele, sampe musik-musik timur tengah pernah mereka lahap. Tapi anak-anak GIGI menyebutnya pop alternative, kalo nggak salah. Sebut saja begitu ya. Nah, ternyata eh ternyata, mereka punya sisi lain di luar pop ini. Yaitu nge-jazz jack ! Hehehe. 

Sebenernya udah  lama sih saya denger mereka main dengan komposisi jazz. Kalo nggak salah di taun 2008 sebuah acara musik di Trans7 menayangkan duel antara GIGI vs Padi. Dua-duanya seangkatan nih, tuaan GIGI 4 tahun. Tapi ya sama-sama "tuwek". Hehe. Tapi kedua grup ini punya warna yang lumayan beda jauh. Yang sangat menonjol ya pasti dari vokalisnya, Armand yang ngerock seksi, sedangkan Fadli oppa (panggilan armand ke fadli) yang kalem tapi jagonya nada-nada tinggi dan panjang-panjang (contoh: teeetaplaaah menjadi bintang di langiiiiiiiit). Nah, di kesempatan ini ada sebuah sesi di mana mereka harus ngebawain lagu dari lawan duelnya. Padi mainin satu nomor dari GIGI yang judulnya "Janji" (ngehits banget di tahun 1995). Sedangkan GIGI memilih membawakan lagu "Sobat" miliknya Padi yang juga ngehits di era penghujung 90-an.

GIGI

Pemimpin Dari Sorga

Agustus 10, 2011

Akhirnya keluar juga ni MV teranyar GIGI. Single religi Pemimpin Dari Sorga. Yeeee, keprok-keprok :P


Menurut Armand, kesibukan GIGI belakangan ini masih cukup padat dengan berbagai kesibukan, terlebih mereka baru saja mengeluarkan album sweet seventeen dan harus terus promo dan tur keliling kota. Tahun ini, GIGI lebih memfokuskan diri untuk menggarap single religi ketimbang full album.Judul single  Pemimpin Dari Sorga itu diambil berdasarakan keinginan khayalan atau cita-cita semua personil GIGI.Lagu baru yang digarap bertepatan dengan memasuki bulan Ramadan itu diakui Thomas sebagai penyemangat GIGI dalam bermusik.Menurut Armand Maulana sang vokalis, pemimpin itu harusnya mengabdi kepada massanya. Menurutnya, pemimpin itu tugasnya sangat berat. Seperti yang dicontohkan olehnya itu adalah lingkup terkecil sebuah keluarga. Dalam penggarapan single religi, seluruh personil GIGI merasa enjoy dan nyaman dalam menggarap lagu tersebut. Dewa Budjana yang notabene non muslim juga tetap memberikan toleransi sebagai umat beragama dalam bermusik. Proses pembuatan video klipnya digarap di gedung Atom Pasar Baru, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

Single ini juga dipake untuk OST Para Pencari Tuhan jilid 5. Ini berarti tahun ke-3 GIGI mengisi soundtrack sinetron religi tersebut. Sebelumnya tahun-tahun lalu memakai single Beribadah Yok dan Amnesia.

Friends

Ngabuburit ke-8

Agustus 08, 2011

Wassup wassup. Salam PLnR, bradah en sistaaaaah :V

Ceritanya kemaren sore kota tercinta Cilacap didaulat menjadi tuan rumah DjarumCoklat Ngabuburit Tour bersama GIGI. Kita adalah kota ke 3. Kalo nggak salah, udah 3 tahun GIGI nggak mampir ke Cilacap, cuma taun kemaren di Majenang. Ya, seneng lah, nggak jauh-jauh dari rumah, hehehe.

baliho di Jl. S. Parman

Biasanya kan di setiap konser selalu ada GIGIkit@ tuan rumah. NAH, berhubung GIGIkit@ Cilacap BELUM terbentuk (sebenernya banyak anak-anak asal cilacap tapi mereka pada kuliah di kota-kota lain jadi member gigikita luar cilacap) hanya ada 5 ekor yang berunding, salah satunya adalah otaknya. Dan kita memutuskan untuk mengadakan buka bersama dengan GIGIkit@ yang datang nonton. Berapa patungan, apa menunya, di mana tempatnya, beres. 

I N S T A F E E D

Comments

Followers