My Little Brother

Mei 08, 2011

Assalamualaikum. 

Ingin menceritakan sedikit, tentang teman hidup saya, adek saya sendiri. Yaitu Kamal Fikkri. Fikiran yang sempurna. Begitulah doa yang diselipkan oleh Bapak untuk bayi sehat yang lahir pada 25 Juni 2001. Kenapa sehat ? Karena menurut saya, Fikri (begitu kami memanggilnya) lahir dengan ukuran yang terlalu besar. Apalagi untuk ukuran ibu saya yang langsing. Terlahir dengan berat 4,5 kg. Hihihi.

Hobinya bisa saya bilang, bermain video game, catur, sepakbola. Saya melihat suatu keinginan dari anak ini, dia ingin punya prestasi, dan sepertinya saya melihat kalau sekarang ini dia sedang mencari identitasnya.

Jarak kami cukup jauh, dia lahir saat saya berusia 8 tahun. Mungkin orang-orang berpikiran, saya pasti pinter ngemong adek saya. Tapi nyatanya tidak. Kami tetep bertarung setiap hari. Tidak jarang kami pukul-pukulan, tendang-tendangan, cubit-cubitan, hehe. Dan akhirnya saya akan mendapatkan semprotan-semprotan menyakitkan dari bapak-ibu. Begitu sepertinya risiko seorang anak mbarep, seorang kakak. 


Tapi tidak selamanya kami seperti itu. Ada saatnya ketika kami lama tidak bertatap muka, ada rasa kangen. Bahkan dia beberapa kali menceritakan rahasia-rahasianya kepada saya. Hanya kami berdua yang tau. Bisa dibilang curhat. Hehe. Bagaimanapun, dia ini saudara saya satu-satunya. Hidup saya juga pasti akan terlalu nyaman kalau tidak ada anak ini. Apalagi dia sering membantu saya, menjadi juru bicara saya, untuk meminta  apapun kepada bapak-ibu. Hehe. I Love Him.

Terkadang Fikri terlihat imut.
Foto ini diambil di pusat perbelanjaan, bagian sayur dan buah.

Kemarin Fikri baru saja kehilangan sepeda kesayangannya.
Sepeda itu ia beli sendiri dengan uang yang ia kumpulkan seharga Rp 850 ribu. Kasian sekali adekku tersayang :(

Apakah kami mirip ? Saya kira tidak :P



You Might Also Like

1 komentar

  1. masih kecil udah main rahasia rahasiaan... mbakyunya yang ngajarin yah

    BalasHapus

I N S T A F E E D

Comments

Followers