Examination Stuff

Maret 19, 2011



Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk sekedar menuangkan buah-buah pikiran. Hehe.

Tulisan kali ini agak menjurus ke Bab Ruang Lingkup Kehidupan Manusia Berumur Menjelang Dewasa di Bulan-Bulan Terakhir Bangku Sekolah Menengah Atas.

Beberapa waktu lalu (saya lupa kapan tepatnya) kami siswa siswi SMA di mana saya menuntut ilmu, mencari teman, mencari uang (saku), kecuali mencari pacar, mulai mengadakan Ujian. Serangkaian kegiatan yang saya kira wajar bagi siswa macam saya.

Sebelumnya saya ingin memberitahukan bahwa sebenarnya saya kurang mengerti bagaimana cara untuk berbasa-basi di dalam menerbitkan berbutir-butir huruf yang merupakan unsur dari sebuah kata di mana kata-kata tersebut akan terangkai menjadi sebuah kalimat dan lalu dengan sendirinya akan memformat dirinya menjadi paragraf dan akhirnya akan kita sebut sebagai POSTINGAN.

Baiklah kalau begitu langsung saja.


Benda di samping adalah susunan angka-angka yang terprint-out dalam sebuah kertas (mungkin kertas manilla) berwarna orange, berbentuk persegi panjang yang kebetulan dilaminating press dengan dua lubang di atasnya sehingga memungkinkan untuk sepotong pita berukuran kurang dari satu meter untuk masuk di kedua lubang dan salah satunya membentuk simpul sehingga benda cantik tersebut dapat tergantung di leher saya. Digunakan sebagai tanda peserta Ujian Praktek yang menurut saya agak mengganggu.


Saat saya menerima benda tersebut, saya berpikiran bahwa angka demi angka dalam Nomor Ujian yang saya miliki tersusun lumayan cantik, hehe. Dan saya juga memiliki sedikit pengharapan kecil yakni "semoga nomernya hoki !", haha. Jangan ditiru ya teman-teman, tidak perlu diyakini juga, karena kata Bapak saya, bisa menyebabkan syirik. Baiklah, setidaknya saya bisa mengambil hikmah pada Nomor Ujian saya, yaitu : 1) mudah dihafal sehingga mungkin memperkecil peluang kesalahan dalam menulis nomer ujian, amiiin. 2) enak dipandang, rasanya seperti melihat sesuatu yang genap dan tidak ganjil. Hehe. Ujian Praktek ini berakhir pada 10 Maret 2011.

Benda di samping kanan adalah kopian dari Kartu Ujian Nasional, kartu ini digunakan sebagai tanda peserta Ujian Sekolah. Kalau dipeerhatikan pada bagian pojok kiri bawah, maka akan terlihat wajah saya yang bagian mata ke atas tertutup oleh bayang-bayang kerudung.







Ujian Sekolah akan berakhir besok, Senin 21 Maret 2011, dengan mata pelajaran terakhir Bahasa Perancis. Saya bersyukur selama seminggu ini (masih) mengambil keputusan sendiri dalam apapun yang saya tulis di lembar jawab Ujian Sekolah saya. Dan lihat sampai besok apakah saya masih tetap bertahan. Semoga hasil pemikiran saya mendapat apresiasi yang menyenangkan dari para korektor. Namun jika kenyataannya agak berbeda setidaknya saya akan merasa puas karena nilai-nilai yang diberikan adalah pure nilai milik saya, kepunyaan saya, hasil mikir otak saya yang dianugerahi Allah SWT. Kebetulan tempat duduk saya mendukung, berada di barisan terdepan, semoga menjadi semakin di depan melebihi produk motor yang laris di pasaran Indonesia. Amiiiin.

Sedikit berbeda, tadi siang sepulang sekolah seperti biasa, saya memiliki tugas fundamental sebagai anak pertama yaitu menyapu lantai. Kebetulan sebelumnya saya disunnahkan mencuci muka, mengingat jerawat saya yang tak kunjung reda, tapi akhir-akhir ini mulai menghilang. Saya tidak memakai kacamata kala itu, kebetulan minus di kedua mata saya sudah cukup (jangan nambah lagi) banyak. 

Ketika langkah kaki dan ayunan sapu ijuk di tangan saya mencapai pintu depan, ada sepotong amplop yang tidak begitu jelas terlihat kaena saya sedang tidak berkacamata. Dari Perusahaan setempat yang tidak lain dan tidak bukan adalah Surat Panggilan untuk mengikuti tes. 


Satu lagi nomor cantik adalah C:0654. Entah berpengaruh bagi kemujuran saya atau tidak, tapi ini akan menimbulkan sedikit efek psikis yang baik bagi saya.

Baik, sekian untuk tulisan kali ini. Maaf jika terdapat sedikit kalimat yang susah dibaca. Salam.

You Might Also Like

0 komentar

I N S T A G R A M

Comments

Followers