Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Dua Vokal Tiga Konsonan

Judul tulisan kali ini saya angkat dari sebuah nama (terlalu vulgar kalau saya sebutkan secara gamblang)
Jadi, when I was in elementary school, muncul sebuah nama yang dalam tulisan ini saya sebut 'Dua Vokal Tiga Konsonan".
SIAPA SIH DIA ?
Setiap kelas terdiri atas kelas A dan B. Setiap ada kesempatan kelas ini digabung, pasti ada saja yang mencolek-colek pinggang saya saat sedang antri bersalaman dengan guru. Karena berdesak-desakan, otomatis saya tidak tahu siapa pelakunya. Jahil sekaliiiiiii bukaaaaan. Tapi saya abaikan saja hal ini.

I just cried, and the problem was gone

Siapapun punya masalah, siapapun punya ruang-ruang kehidupannya sendiri. Tidak ada satupun makhluk yang memiliki semua masalah yang sama. Begitu juga cara/jalan yang ditempuh untuk mengupayakan penyelesaian masalah tersebut.

Atas dasar inilah, saya menyuarakan salah satu alternative problem solving, MENANGIS.
Untuk alasan tertentu saya menangis, untuk masalah tertentu air mata saya terjatuh.

Recommended Songs from GIGI

Mungkin selama ini teman-teman tau GIGI cuma dari single-single yang dimainkan, atau VC yang sering diputar di televisi.
Makanya, buat yang pengen tau lebih dalem lagi, saya mau ngereview dan sekaligus recommend beberapa lagu GIGI yang sependengaran saya emang asik dan inspiring for my life, hehehehe.
Oskraaaaaay, kita mulai yuk, cuuuuus :)
Sepengetahuan saya, Armand Cs tergolong band yang mampu mengusung banyak tema dalam setiap karya mereka. Tapi khusus kali ini saya ingin mengupas single-single mereka yang bertemakan SOSIAL dan NASIONALISME.

Armand Maulana : Kecelakaan yang Jadi Kekuatan

Selalu timbul pertanyaan di benak Armand kecil saat pimpinan teater musikal tempat doi beraktivitas menunjuknya sebagai pemeran utama di hampir setiap persiapan pementasan teaternya itu. Saking seringnya Armand mengalami hal serupa, tak tertahankan lagi doi memberanikan diri bertanya ama sang pemimpin kenapa doi selalu mendapat bagian peran utama yang notabene (karena formatnya adalah teater musikal) porsi nyanyinya pasti terbanyak ketimbang pemeran-pemeran lainnya. “Pitch kamu sangat bagus Mand, lagian feeling kamu juga kuat”, demikan jawaban yang diperoleh dari sang pemimpin. Dan murid SD yang bercita-cita jadi pilot itu pun cuman manggut-manggut aja. Aktivitas berteater musikal itu berlanjut sampai Armand duduk di bangku SMP.

DEWA BUDJANA : ‘Penjahat’ Kecil dari Klungkung

Ketertarikan dan bakat Dewa Budjana pada musik – khususnya gitar – sudah sangat dominan terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar di Klungkung Bali. Saat itu yang ada dalam benak Budjana kecil mungkin udah penuh dengan bayangan gitar, gitar……..dan gitar aja. Sampe-sampe di benak doi yang masih hijau itu bayangan gitar yang selalu ada itu terimplementasi menjadi suatu rencana “kejahatan kecil”. Doi pengen banget punya gitar. Mau minta langsung ama kakek/neneknya (saat itu doi tinggal/ikut kakeknya) dioi pikir pasti nggak bakal dikasihlah. Makanya akhirnya timbul niat “jahat” tadi, yaitu nyuri uang kakeknya untu beli gitar.






Gusti Hendy : Fans GIGI yang Menjadi GIGI

Tahun delapan puluh tujuhan di Banjarmasin dan sekitarnya bila ada acara-acara sering ditampilkan sebuah band yang waktu itu cukup punya nama di seantero Banjarmasin, Pawakha Band sebagai penghiburnya. Satu keunikan dari band ini, di tengah-tengah penampilannya akan menyuguhkan sebuah gimmick yang akhirnya menjadi ciri khas Pawakha band hampir pada setiap kesempatan tampil dan menjadi satu ‘atraksi’ yang ditunggu-tunggu oleh penontonnya.

THOMAS RAMDHAN : Nggak Pake Lima Senar? Siapa Takut !

Sebuah band sekitar tahun 80-an sedang unjuk kebolehan di atas panggung di Bandung. Satu nomor dari Queen, “Don’t Stop Me Now” mengalun dengan mulus ditingkah dengan lengkingan gitar seorang bocah yang masih kelas lima SD. Ya, bocah yang masih SD itu pemain gitar dalam grup band yang sedang manggung itu. Dan waktu itu siapa yang akan tahu dan akan mengira kalo si bocah itu nantinya akan menjadi pemain bass grup papan atas di Indonesia. Ya! Bocah itu adalah Thomas Ramdhan yang kini kita kenal sebagai salah satu tulang punggung kelompok musik GIGI.

Wishes

Buanyaaaaaaaaaaak banget harapan, doa, munajat (halaaaahaha).


Berikut ini daftarnya :)


Ujian Praktek yg notabene akan diselenggarakan pada hari Rabu minggu depan berjalan lancar. Dapet undian yg gampang-gampang aja, simple tapi nilai tinggi.Try out 3 yang diselenggarakan barengan sama Uprak berjalan lebih lancar dari yg kemaren. Nilainya lebiiiiiiiiiiih tiiiiiiiiinggiiiiiiii. Dan yg penting usaha sendiri.Begitu juga dengan Tryout selanjutnya, dan tentunya Ujian Akhir Sekolah.Ujian Akhir Nasional lancaaaaaaaaaaaaar damaaaaaaaaaaai sejahteraaaaaaaaaaaa.PMDK swasta tembuuuuuuuuuuuuuus.SNMPTN Undangan jayaaaaaaaaaaaa.UAN LULUS nilai MEMUASKAN.Isi liburan dengan bimbingan.Diterima HOLCIMMasuk STAN.Dan yg paling dan sangat penting adalah ALLAH senantiasa melimpahkan nikmat kesehatan.
AMIIIIIIIIIIIIIIN :)

Filosofi Pensil

“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)
Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.
“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”
“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.
“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, …