Langsung ke konten utama

Pos

Freedom

Terkadang hidup ini lucu. Ada saatnya tangan ini baunya serupa phone-case yang panas akibat penggunaan yang terus menerus. Gelisah ketika paket data tipis dan bisa habis sewaktu-waktu. Tidak tenang saat berada di daerah yang tidak terjangkau sinyal. Tapi ada juga saatnya diri ini jauh lebihnyaman dengan keadaan sinyal yang mati enggan hidup pun tak mau. Seperti di kamar yang baru 2 bulan ini ditempati. Ini kali kesekian pindah, jaraknya hanya selantai dari kamar terkahir. Tapi kondisi jaringan jauh lebih memprihatinkan. Ini ajaibnya Jakarta. Dari awal tinggal di kota ini, sudah terkagum heran dengan kondisi susah sinyalnya. Waktu itu sempat berbekal tv dari kampung, lengkap dengan antena dalam, tapi layarnya selalu dipenuhi semut hitam yang sebarannya tidak normal. Provider tertentu tidak bisa digunakan sama sekali. Herannya, keberlakuan provider ini berbeda untuk tempat yang hanya berjarak puluhan meter. Terhadap fenomena hacking webpage provider yang mencuat baru-baru ini, sebenarny…
Pos terbaru

Dari embun

Sebutir embun pagi bertengger di licinnya muka daun
Ia selalu baik saja
Meski hanya berteman ayunan ilalang
Terbiasa sendiri menyambut cahaya fajar
Lewatkan siang dan malam
Untuk sambut fajar berikutnya
Dan selanjutnya
SeterusnyaEmbun masih baik saja
Hingga datang satu senja
Bersamanya hadir semburat jingga
Terdengar angin berpadu
Tergerak pijakan tempat beradu
Burungpun tak percaya
Embun pernah rindukan senjaDan embun masih baik saja
Meski senja tak pernah janjikan fajar
Seketika badai menari kencang
Menjadikan embun tergelincir
Menghantam batuan kasar
Terpercik keras berhamburanDan embun masih baik saja
Meski memenjarakan sesal dalam relungan
Kini menyambut fajar tak semudah sebelumnya
Ingin menguap meski matahari bersembunyiDan embun masih baik saja
Baginya semua itu mimpi sementara
Ingin kembali sedia kala
Tinggalkan yang terkenang
Mungkin senja tetap akan datang
Meski tidak dirindukan


My hijab journey - Part 1

12.12 di penghujung weekend panjang, sendirian di lantai 2 kosan ke-3 (semenjak tinggal di Jakarta). Yang lain masih di jalan mungkin, sepulang dari ngetrip atau mudik. Sepi ya ? Sepi dong hehe. Nggak juga sih, ada suara heksos bergemuruh :')
Jadi sebenernya udah lama saya pengen menuangkan setetes dua tetes cerita tentang salah satu bagian di kehidupan yang baru seumur jagung rebus ini. Banyak sih cerita-cerita di luaran sana yang hebat-hebat, inspiratif, medianya kece macem infografis vlog manequinchallenge apalah apalah, aku mah apa. Tapi, bayi kembarpun kisah hidupnya beda, jadi nggak ada ruginya ya cerita. Kalo rugi cari modal lagi hehe. Intinya jangan pernah takut, malu, bosen buat berbagi something good. Jangan isinya cuma ngeluh-ngeluh nggak jelas di medsos (oke, ini nasehatin diri sendiri). Atau lagi jaman-jamannya panas-panasin sayur penganut keimanan yang lain dengan mengorek keburukan demi keburukan, jangan lupakan keindahan-keindahan yang ada dalam kepercayaan dan ke…

Hurt

Sakit, menyakiti, tersakiti, dan disakiti adalah hal biasa, karena manusia punya syaraf yang bisa merasakan sakit. Bersyukur kan. Kalo digebukin tapi nggak ngerasa sakit, apa nggak kasihan badan kita, hehe.
Sayangnya, kadang sakit-menyakiti hanya disadari oleh si penderita. Sedangkan si empunya perilaku ini tidak gampang untuknya menerima sinyal yang sama. Tiba-tiba keinget gambar susunan syaraf, sinapsis dan kawan-kawannya, apa sih ya, nggak tau deh hehe.
Intinya, ada satu hal yang sangat saya takutkan ketika masih menjadi penghuni dunia ini, yaitu menyakiti orang lain tanpa disdari --- sounds awful. 
Saya punya suatu pengertian sendiri tentang toleransi terhadap perilaku orang-orang di sekitar. Sebenarnya, tentang menyakiti dan tersakiti ini, adalah seperti sebuah penelitian. Sebagai peneliti, memberikan perlakuan yang sama terhadap spesimennya. Namun masing-masing objek memberikan reaksi yang berbeda. Contoh nyatanya, saya ledek salah satu teman sebut saja si Kacang, dengan pernya…

Back Again

Hello there... Long time no blogging :)
Mungkin laman ini harus ditiupkan kembali ruhnya hehe. Dimulai dengan poles tampilan, meskipun cuma tempel template gratisan yang dipermanis dengan header ala-ala one minute photoshop editing. Jumpa lagi esok. Karena sesungguhnya besok ada ...... [rakor, pulang malem, ngoding mentok, nyari bahan paper, bantu kerjaan orang] . So, welcome back to me !

My see-saw-like life

Halo blog, cuap-cuap dikit ya, udah lama dianggurin..
00.16 dan mata ini belum mau merem. Sekarang weekend, biasanya tidur cepet, bangun subuh lanjut tidur lagi, gitu aja sampe tiba-tiba udah senen lagi hehe. Pergantian status dari mahasiswa jadi pegawai magang cukup membuat tatanan aktivitas keseharian saya berubah. Coba ditelisik ya untuk hari kerja, dari bangun pagi: sebelum subuh udah mulai "gupruk" nyiapin kostum yang biasanya waktu kuliah dulu nggak pernah pusing. Jadi sekarang baru paham inilah enaknya kuliah pake seragam. Sekarang mau ke kantor pake mikir mau ber-outfit apa haha. Cewek, muslimah, bisa dipastikan "tetekbengek" nya 3-4 kali lipat lebih banyak dari laki-laki. Waktu dandan touch-up pun demikian, kadang nggak sempet sarapan cuma gara-gara ritual yang satu itu. Ah gampang sarapan mah bisa di kantin, makan siang di kantin, makan malem beli di jalan.  Bahkan, itu magic com sampe kering debuan nggak pernah dipake buat masak nasi. Paling pol pake pe…

Turun dari Kereta

Anak mama udah nyampe kosan lagi.... Turun dari kereta, laper, cari nasi goreng, eh pada abis. Anak mama belum beruntung :') Nyari temen cerita nemunya laptop, jadi deh postingan ini horeee.
Jadi, sepertinya kali ini adalah pulang kampung yang terakhir sebelum resmi wisuda. Udah empat tahun gaes dijejelin rumus, rumusnya minta diapalin diturunin dipraktekin dasar kau parasut :)) Nggak deng, di tahun-tahun terakhir dijejelin coding. Ngodingnya nggak segampang kalo ngodein doi sih, makanya cuma orang-orang yang bertalenta aja kayaknya yang bisa survive, yang nggak berbakat berarti harus meneteskan peluh bercampur air mata kayak eyke...
Oke sekarang pakai bahasa yang lebih benar ya... Alhamdulillah 4 tahun dilewati dengan banyak dinamika. Alhamdulillah sepertinya kuliah saya nggak cuma kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) ataupun kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring). Dan alhamdulillah lagi, tanggal 10 September sudah dinyatakan layak lulus sidang. Betapa sayangnya Al…